Indeks Artikel Seputar Pemilu dan Demokrasi

Indeks Artikel Seputar Pemilu, Demokrasi
Redaksi salafy.or.id
Bismillah…
Berikut indeks artikel seputar Demokrasi, Pemilu dan sekitarnya :

Indeks Artikel Seputar Pemilu, Demokrasi
Redaksi salafy.or.id
Bismillah…
Berikut indeks artikel seputar Demokrasi, Pemilu dan sekitarnya :

Download Dauroh Pekanbaru (4-7 Muharram 1430 H)
www.tazhimussunnah.com

Rangkuman Artikel Khusus Bulan Muharram
Redaksi salafy.or.id
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda :
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمِ ) مسلم
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) pada bulan Allah (yaitu) Muharram” (HR Muslim)
Berikut artikel seputar amalan di bulan Muharam, dalam rangka mengisi bulan Muharram. Read more…

Artikel Seputar Hari Raya Non Muslim (Natal, Tahun Baru)
Redaksi salafy.or.id
Hari Raya adalah masalah agama dan akidah, bukan masalah keduniaan, sebagaimana ditegaskan dalam hadits: “Setiap kaum memiliki Hari Raya, ini adalah Hari Raya kita..” Hari Raya mereka mengekspresikan akidah mereka yang rusak, penuh syirik dan kekafiran.
“Barangsiapa menyerupai satu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan dikatakan oleh Al-Albani -Rahimahullah– : “Hasan shahih.” (Shahih Abu Dawud II/761). Read more…

Jurnal Islamy Al-Atsariyyah
Ketahuilah wahai saudaraku kaum muslimin –semoga Allah memberikan hidayah kepadaku dan kepada kalian untuk berpegang teguh kepada Al-Kitab dan As-sunnah-, sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidak akan menerima suatu amalan apapun dan dari siapapun kecuali setelah terpenuhinya dua syarat yang sangat mendasar dan prinsipil, yaitu : Read more…

Rekaman Dauroh Masyayikh 2008 di Masjid Agung Manunggal Bantul yang berlangsung pada tanggal 2-4 Agustus 2008 dapat didownload di salafy.or.id , assalafy.org , darussunnah.or.id , dan website-website lainnya. Berikut rekaman dauroh tersebut yang kami simpan di esnips.com :
![]()
Menyikapi hari raya non muslim (Natal/Tahun baru)
Syaikh Muhammad Ibn Shalih al Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan:
Apa hukumnya mengucapkan selamat kepada orang kafir pada perayaan hari besar keagamaan mereka ? (Misal : Merry Christmas, Selamat hari Natal dan Tahun Baru dst, red). Dan bagaimana kita menyikapi mereka jika mereka mengucapkan selamat Natal kepada kita. Dan apakah dibolehkan pergi ke tempat-tempat dimana mereka merayakannya. Dan apakah seorang Muslim berdosa jika ia melakukan perbuatan tersebut tanpa maksud apapun? Akan tetapi ia melakukannya hanya karena menampakkan sikap tenggang rasa, atau karena malu atau karena terjepit dalam situasi yang canggung, ataupun karena alasan lainnya. Dan apakah dibolehkan menyerupai mereka dalam hal ini? Read more…
![]()
Pijakan Seorang Muslim di Tengah Gelombang Fitnah
Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
Kaidah Keempat : Dalam setiap sesuatu hendaknya bersikap lemah lembut, berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan atau memberikan hukum.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman pada Nabi-Nya :
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”. (QS. Al Imran : 159). Read more…
![]()
Pijakan Seorang Muslim di Tengah Gelombang Fitnah
Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
Kaidah Kedua : Merujuk kepada para ulama.
Allah Al-Hakim Al-‘Alim mengisahkan tentang Qorun dalam firman-Nya :
فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَالَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ. وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ. فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ
“Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar. Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Celakalah kalian, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar. Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)”. (QS. Al-Qoshosh : 79-81).
Karena itulah imam Hasan Al Bashry berkata : “Sesungguhnya bila fitnah itu datang, diketahui oleh setiap ‘alim (ulama), dan apabila telah terjadi (lewat), maka baru diketahui oleh orang-orang yang jahil”. Read more…
![]()
Pijakan Seorang Muslim di Tengah Gelombang Fitnah
Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Al-Karim
وَالتَّقُوْا فِتْنَةً لاَتُصِيْبَنَّ الذِّيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَاصَّةً
“Takutlah kalian kepada fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zholim diantara kalian secara khusus”. (QS. Al-Anfal : 25).
Ayat ini merupakan pokok penjelasan dalam fitnah. Karena itu Imam Al-Bukhary dalam shohihnya memulai Kitabul Fitan (kitab Penjelasan fitnah-fitnah) dengan penyebutan ayat ini.
Firman Allah Ta’ala : “Takutlah kalian kepada fitnah…” ini menunjukkan wajibnya atas seorang muslim untuk berhati-hati menghadapi fitnah dan menjauhinya dan tentunya seseorang tidak bisa menjauhi fitnah itu kecuali dengan mengetahui dua perkara :
1) Apa-apa saja yang dianggap fitnah di dalam syari’at Islam.
2) Pijakan, cara atau langkah dalam meredam atau menjauhi fitnah tersebut. Read more…
![]()
Buletin Jum’at Al-Atsariyyah
Setiap yang bernyawa adalah “camat” (calon mati). Kematian merupakan sebuah kemestian yang harus siap dihadapi oleh setiap orang, karena kita ini adalah “camat” . Allah -Ta’ala- berfirman di dalam Al-Qur’an Al-Karim,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian (QS. Al Imran:185)
Ya, setiap yang berjiwa itu akan mati. Apakah kematian itu? apakah engkau pernah berpikir tentang “perusak segala kenikmatan” dan segala misterinya? Apakah engkau merasa diperingatkan dan dinasehati olehnya, ketika ia mengambil dan mencabut kenikamatan-kenikmatan itu; ia melangkahimu untuk mendatangi orang lain dan esok ia akan mendatangimu? Read more…
![]()
Ustadz Muslim Abu Ishaq Al Atsari
Ibadah itu pada asalnya haram untuk dikerjakan bila tidak ada dalil yang memerintahkannya. Inilah kaidah yang harus dipegang oleh setiap muslim sehingga tidak bermudah-mudah membuat amalan yang tidak ada perintahnya baik dari Allah maupun Rasulullah.
Nabi kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam bertutur dalam haditsnya yang agung :
“Siapa yang mengada-adakan perkara baru dalam agama kami yang hal tersebut bukan dari agama ini maka perkara itu ditolak” Read more…
Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan Hafidhohullahu Ta’ala
Syirik adalah menjadikan sekutu bagi Allah dalam ke rububiyahan-Nya dan ke uluhiyahan-Nya. Seringnya terjadi pada sisi Uluhiyyah. Yaitu dengan berdo’a kepada Allah, tetapi berdo’a juga kepada selain Allah. Atau memperuntukkan bagi selain Allah suatu ibadah, seperti menyembelih, bernadzar, takut, harap dan cinta. Syirik adalah dosa yang sangat besar. Itu karena beberapa sebab: Read more…
Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar Thalib
Allah menurunkan agama Islam dalam keadaan telah sempurna. Ia tidak membutuhkan penambahan ataupun pengurangan. Namun toh, banyak manusia menciptakan amalan-amalan baru yang disandarkan pada agama hanya karena kebanyakan dari mereka menganggap baik perbuatan tersebut.
Perjalanan agama Islam yang telah mencapai rentang waktu 14 abad lebih, sedikit banyak memberikan pengaruh bagi para penganutnya. Sebagian besar di antara mereka menjalankan agama ini hanya sebatas seperti apa yang dilakukan para orang tuanya. Yang lebih parah, tidak sedikit pula yang menjalankan agama ini dalam kungkungan kelompok-kelompok sesat seperti Khawarij, Syi’ah, Mu’tazilah, Sufi, dan sebagainya. Sementara yang menjalankan agama ini di atas pemahaman yang shahih jumlahnya amatlah sedikit. Read more…
![]()
Ustadz Muhammad Irfan
Sesungguhnya sebesar-besar nikmat Allah atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah nikmat Islam. Dimana Allah mengutus kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang mereka kenal nasabnya (silsilah keturunannya, ed.) dari sebaik-baiknya nasab.
Allah berfirman : “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.“ (QS. Ali Imran : 164). Read more…
Buku Tamu